Dengan sejumlah alat hi-tech yang mengamati langit tanpa henti, NASA tidak kekurangan foto gerhana matahari pada 21 Agustus yang mencengk...
Dengan sejumlah alat hi-tech yang mengamati langit tanpa henti, NASA tidak kekurangan foto gerhana matahari pada 21 Agustus yang mencengkeram penduduk Amerika Serikat.
Video ini merupakan kombinasi dari beberapa foto yang diambil oleh satelit Hinode internasional menggunakan teleskop sinar-X (XRT).
Bekerja dengan Badan Eksplorasi Aerospace Jepang, NASA memproduksi video ini untuk menunjukkan perjalanan bulan melintasi matahari selama gerhana.
XRT memberikan citra matahari yang sangat berbeda dibandingkan foto yang diambil dari tanah. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk memeriksa permukaan matahari secara lebih rinci, terutama plasma super panas yang dibuat di daerah kutub. Plasma ini meletus menjadi jet kuat yang menempuh jarak sejauh sepuluh sampai dua belas juta mil ke luar angkasa
Bulan muncul hanya sebagai bola hitam sementara matahari menunjukkan detail lebih dalam warna oranye. Melihat lebih dekat, berikan tampilan permukaan yang berputar dengan aktivitas.
Hinode adalah sebuah proyek internasional yang dibangun dengan usaha kolaborasi NASA, Japan Aerospace Exploration Agency, Badan Antariksa Inggris dan European Space Agency. JB
